Thursday, November 15, 2012
Globalisasi dan Ketahanan Ekonomi Masa Depan
Website Bank Mandiri silakan klik disini.
Negara kita adalah negara berkembang yang cukup berpengaruh di tengah iklim perekonomian Masyarakat Global, bagaimana tidak, ditengah krisis perekonomian yang dialami oleh negara negara di Eropa dan Amerika, Perekonomian Indonesia berhasil bertahan dan malah berkembang secara perlahan, namun pasti.
Kebijakan dan kepastian hukum di Indonesia, menarik Investor untuk menaruh investasinya di Indonesia. Tingkat konsumsi yang tinggi dan tenaga kerja yang murah membuat pasar di Tanah air, menarik para investor. Undangan undangan kenegaraan, pertemuan para pemimpin negeri ini dengan pemerintah luar negeri mengindikasikan minat yang besar dari Pemerintah luar negeri untuk bekerjasama dalam bidang perekonomian terhadap Indonesia.
Dalam beberapa dasawarsa, Indonesia mengalami peningkatan kerjasama dengan banyak negara, khususnya kerjasama dalam bidang eksport dan import, Barang produksi China, korea, tidak lagi menjadi barang yang sulit untuk ditemukan, GLOBALISASI, kita menyebutnya. Dari kaca mata Makro, adalah baik bagi bangsa kita bekerjasama dengan banyak negara, tingkat pengangguran menurun, lapangan pekerjaan terbuka lebar dan secara tidak langsung Ekonomi Indonesia bertambah maju.
Segala sesuatu mungkin terlihat baik pada awalnya, namun sisi negatifnya, bagaimana kerjasama kita dan pola konsumtif masyarakat kita menjadikan ketergantungan kepada pihak luar negeri, sementara negara negara Eropa, China dan Amerika berlomba untuk mengeksport barang barang hasil produksi negara mereka, negara kita berlomba untuk menghabiskan uang dengan barang barang import dari negara negara mereka. Bagaimana kita memanjakan diri kita dengan segala hal yang diimport dari pasar luar negeri.
Sebagai opini pribadi, Indonesia harus memiliki ketahanan ekonomi, bagaimana dengan kenyamanan yang diberikan oleh investor investor, bagaimana dengan tenaga kerja yang dipekerjakan oleh perusahaan asing, namun tidak tahu bisa berlangsung untuk berapa lama, karena berjalannya investasi asing di Indonesia, tidak dapat dipastikan untuk waktu yang sangat lama, karena dipengaruhi oleh iklim investasi dan keamanan secara menyeluruh di Indonesia. Teringat ketika Bom Bali pertama meledak, bagaimana dunia pariwisata di Indonesia menurun drastis, menurut saya, seharusnya perekonomian Indonesia tidak dapat bergantung dari negara lain.
Indonesia, harus berubah haluan, bukan lagi sebagai negara konsumtif, namun negara produktif, Berapa lama lagi Indonesia harus menggantungkan diri dari perusahaan asing yang menaruh modal untuk sementara waktu, yang mungkin akan merubah kebijakan saat kondisi perekonomian tidak menentu dan peraturan investasi berubah karena ada satu dan lain hal. Hal yang harus disadari kita sebagai bangsa Indonesia adalah bahwa, masuknya perusahaan semi nasional tidak menjamin berlangsungnya perekonomian dan dapat dipekerjakannya tenaga kerja Indonesia yang jumlahnya sangat banyak, Indonesia harus mandiri, memiliki Badan Usaha Milik Negara yang mempekerjakan tenaga kerja Indonesia.
Masalah yang ada, tidak mungkin diselesaikan dalam waktu yang singkat, karena budaya konsumsi sudah menjadi budaya turun menurun, dan secara tidak langsung menjadikan manusia Indonesia, manusia yang tidak berdaya karena instan produk yang mereka dapatkan dari pasar luar negeri. Ada beberapa hal yang menjadi usulan dan pemikiran saya selama ini, yang menjadi solusi dari permasalahan diatas :
Perubahan pola pikir
Pola Pikir atau mindset yang konsumtif harus diubah menjadi pola pikir yang produktif, perubahan pola pikir harus mulai dari bangku sekolah, sebagai Rakyat Indonesia, saya menganjurkan kepada pemerintah untuk memajukan mutu dan kualitas pendidikan di Tanah Air, serta menanamkan sedari dini budaya hidup produktif, menghasilkan bukan mengkonsumsi.
Perubahan gaya hidup
Tidak ada yang salah dengan gaya hidup, namun gaya hidup yang saya maksud adalah gaya hidup yang produktif, yang menghasilkan sesuatu inovasi dan kreasi, menggunakan inovasi dan kreasi bangsa sendiri, tujuannya memajukan produksi lokal, sehingga produksi lokal membesar dan dapat menarik banyak tenaga kerja Indonesia.
Perubahan Kebijakan Pemerintah
Kebijakan Pemerintah adalah kunci utama perubahan dari pola pikir masyarakat Indonesia yang konsumtif. Kebijakan yang tidak membuat masyarakat manja dan membuat masyarakat Indonesia termotivasi untuk memproduksi dan menghasilkan karya. Masih teringat di benak saya tentang kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT), menurut saya, memang disatu sisi, kebijakan pemerintah tersebut baik, pemerintah mau membantu masyarakat yang kesulitan karena terimbas kenaikan BBM pada waktu itu, namun disatu sisi, pemerintah membentuk pola pikir konsumtif pada masyarakat, membuat mereka berpikir tahu beres dan tidak mau usaha, menurut saya, adalah lebih baik apabila pemerintah memberikan penyuluhan, bimbingan dan penanaman modal bagi masyarakat kecil, dengan demikian, pola pikir minta dapat dihilangkan.
Adalah tugas yang besar bagi Pemerintah Indonesia untuk mengubah pola pikir konsumtif menjadi pola pikir produktif, semoga tulisan saya kali ini dapat bermanfaat dan dapat menjadi alat untuk merealisasikan kebijakan yanglebih baik bagi masa depan Bangsa Indonesia.
Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.


4:30 PM
Yosi Budiarto


Posted in:
0 comments:
Post a Comment